https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/issue/feedMadrasatuna2026-08-25T13:08:34+00:00Wulan Anna Pertiwi, M.Pdlppmiaimajambi@gmail.comOpen Journal Systems<p>Madrasatuna comes from the Arabic word meaning "Our School", the Journal of Educational Sciences and Elementary Education is an open, reputable, and high-quality peer-reviewed research journal dedicated to disseminating cutting-edge insights in the fields of educational science and elementary education. Published twice a year (June and December), this journal is an initiative of the Institute for Research and Community Service, Muhammad Azim Jambi Islamic Institute. Madrasatuna aims to be a forum for academics, education practitioners, and researchers to share knowledge and research findings for the advancement of educational science. This journal uses a double-blind peer-review system</p>https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/193Integrating Curriculum Development, Material Development, and Learning Assessment in English Language Education in Indonesia: A Conceptual Review2026-08-07T13:37:32+00:00Cut Putrisi.cutputri97@gmail.com<p>English language education in Indonesia is governed by three interdependent pedagogical processes: curriculum development, material development, and learning assessment. Although these processes are frequently treated as separate administrative tasks, their effectiveness depends on the degree to which they are coherently aligned. This article presents a conceptual review of how the three components are theorised in applied linguistics and how they are operationalised within the current Indonesian policy environment, particularly following the national adoption of Kurikulum Merdeka (Permendikbudristek No. 12 of 2024) and the elevation of English to a compulsory subject at the primary level under Permendikdasmen No. 13 of 2025. Drawing on a narrative review of the curriculum-design, materials-development, and language-assessment literature, the discussion argues that the Indonesian context is shifting from a content-driven model toward an outcomes-driven model organised around Capaian Pembelajaran (learning outcomes) and a text-based, phase-structured framework that is increasingly aligned with the Common European Framework of Reference for Languages. The article proposes a constructive-alignment framework in which learning outcomes, instructional materials, and assessment are designed as a single coherent system rather than as sequential stages. It concludes by identifying the principal implementation challenges, including uneven teacher readiness, regional disparity, large class sizes, and the digital divide, and offers recommendations for teacher education, contextualised material design, and balanced formative-summative assessment.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/202PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PERKALIAN DUA ANGKA MELALUI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMEN DIKELAS II SD2026-08-25T13:08:34+00:00Arif Abdurrahmanwulananna1892@gmail.comFahmi Rohimwulananna1892@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian dua angka melalui model pembelajaran Team Games Tournament pada siswa kelas 2 SDN 008/IX Tanjung. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan II siklus dimana setiap siklusnya terdiri atas 3 pertemuan yaman dua pertemuan pemberian materi dan pertemuan ketiga pelaksanaan tes hasil belajar. Subjek penelitian adalah kelas II SDN 008/IX Tanjung, yang berjumlah 21 siswa. Populasi penelitian ini adalah 21 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. variabel penelitian menggunakan 2 variabel yaitu Hasil belajar Matematika dan model pembelajaran Team Games Tournament. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelkajaran TGT dapat meningkatkan pembelajaran Matematika siswa tentang perkalian dua angka. Hal ini dibuktikan data dari kondisi awal sampai siklus II. Pada kondisi awal persentase ketuntasan siswa mencapai 64,48% dan pada siklus II, persentase ketuntasan siswa mencapai 90,65%.</p>2026-06-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/198ANALISIS PENILAIAN FORMATIF DAN SUMATIF DALAM PEMBELAJARAN ONLINE DI MI MIFTAHUL AKHLAQIYAH BRINGIN SEMARANG2026-08-16T14:45:22+00:00Ririn Astutiwulananna1892@gmail.com<p>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini yaitu guru kelas V MI Miftahul Akhlaqiyah Bringin Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penilaian formatif dan penilaian sumatif dalam pembelajaran online yang dilakukan oleh guru di MI Miftahul Ahlaqiyah Bringin Semarang. Alat pengumpulan data yakni menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yaitu guru melakukan penilaian sumatif dan formatif saat pembelajaran online menggunakan whatsapp, google form dan video call. Penilaian formatif dilakukan di setiap akhir materi pembelajaran sebagai penugasan sekaligus penilaian keaktifan siswa melalui interaksi tanya jawab. Penilaian sumatif dilakukan saat akhir pembelajaran dari keseluruhan materi pelajaran.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/195PENDAMPINGAN REGULASI EMOSI BAGI GURU YAYASAN MANARUL 'ILMI DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN KERJA DAN KEBERAGAMAN MURID MELALUI LAYANAN KONSELOR2026-08-08T05:16:03+00:00Nuraida Nuraidanuraidacoach@gmail.comRani AstriaRani@gmail.comRaoda Tul Jannah MaruddaniMaruddani@gmail.com<p>Teachers encounter numerous psychological demands, including administrative workloads, instructional targets, and diverse student characteristics. These challenges may lead to work-related stress, emotional fatigue, and decreased instructional quality if not accompanied by adequate emotional regulation skills. This community service program aimed to strengthen teachers' emotional regulation through counselor-assisted mentoring at Yayasan Manarul 'Ilmi. The program employed a participatory approach consisting of five stages: initial assessment, emotional regulation training, emotional management practice, individual and group mentoring, and evaluation. Fifteen kindergarten and elementary school teachers participated in the program. Data were collected through emotional regulation assessment instruments, observations, participant reflections, and documentation. The results demonstrated improvements in teachers' understanding of emotional regulation, greater awareness of stress triggers, enhanced ability to apply mindfulness, grounding, and conscious breathing techniques, and improved empathic communication skills when interacting with students and colleagues. Furthermore, teachers exhibited reduced emotional reactivity, increased self-awareness, and more adaptive coping strategies in managing occupational stress. Counselor-assisted mentoring proved to be an effective strategy for strengthening teachers' emotional resilience while fostering a more supportive learning environment. Sustainable implementation of similar programs is recommended as part of school-based mental health promotion initiatives.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/200PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV DI MI FATHUL HUDA SINGKUT KABUPATEN SAROLANGUN2026-08-19T02:46:25+00:00Annajmi Annajmiwulananna1892@gmail.comMuhamad Yusufwulananna1892@gmail.comNihayatus Sa’diyahwulananna1892@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV di MI Fathul Huda Singkut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas IV serta pihak madrasah yang berkaitan dengan pembentukan karakter disiplin. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan lima peran utama dalam membentuk karakter disiplin siswa, yaitu sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, dan evaluator. Peran tersebut diwujudkan melalui keteladanan, integrasi nilai disiplin dalam pembelajaran, pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan serta latihan perilaku disiplin, dan pemantauan perkembangan siswa melalui presensi, catatan pelanggaran, serta pengamatan harian. Faktor pendukung pembentukan disiplin meliputi tata tertib madrasah yang jelas, pengawasan guru yang konsisten, dan dukungan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, kebiasaan datang terlambat, pengaruh teman sebaya, dan penggunaan game online secara berlebihan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin membutuhkan proses yang berkelanjutan serta sinergi antara guru, madrasah, dan keluarga.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/196Penerapan Model Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas V Madrasah Ibtidaiyah An-Nizham Kota Jambi2026-08-10T07:37:07+00:00<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model <em>Value Clarification Technique</em> <em>(VCT)</em> serta mengukur peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah An-Nizham Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa, yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes tertulis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten dan signifikan: rata-rata nilai pada tahap pra-siklus sebesar 63,21 dengan persentase ketuntasan 29%, meningkat menjadi 75,36 (64%) pada siklus I, dan mencapai 86,43 (93%) pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model <em>Value Clarification Technique (VCT)</em> sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman materi, keaktifan berpartisipasi, serta hasil belajar siswa secara menyeluruh pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.</p>2026-06-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026